Sidoarjo — Sejarah
Perjalanan Sidoarjo dalam lini masa singkat, serta bangunan dan monumen tempat jejaknya masih terlihat.
Lini masa
- Akhir November 1042Kerajaan awal
Airlangga membagi kerajaannya dan Janggala pun lahir
Atas saran gurunya, Mpu Bharada, Raja Airlangga membagi kerajaannya menjadi dua. Janggala tetap beribu kota di Kahuripan, yang diperkirakan berada di sekitar Porong sekarang.
- 1135Kerajaan awal
Janggala jatuh ke tangan Kadiri
Menurut Prasasti Ngantang, Sri Jayabhaya dari Kadiri menaklukkan Janggala, dan wilayah delta di antara cabang-cabang Sungai Brantas pun menjadi bagian dari Kerajaan Kadiri.
- 1293 Saka (1371)Majapahit
Candi Pari dibangun
Batu di atas gerbang candi bata di Porong ini memuat angka tahun 1293 Saka (1371 M), pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dari Majapahit. Candi Sumur berdiri tak jauh dari situ, cukup dengan berjalan kaki sebentar.
Lihat: Candi Pari · Candi Sumur - 31 Jan 1859Kolonial
Sidokare berpisah dari Surabaya
Keputusan pemerintah kolonial Belanda membagi Kabupaten Surabaya menjadi dua dan membentuk Kabupaten Sidokare. Tanggal ini diperingati setiap tahun sebagai Hari Jadi Sidoarjo.
- 28 Mei 1859Kolonial
Sidokare berganti nama menjadi Sidoarjo
Karena nama Sidokare dianggap bermakna kurang baik, kabupaten baru ini diganti namanya menjadi Sidho-Ardjo, yang tak lama kemudian disederhanakan menjadi Sidoarjo.
- Sekitar 1859–1862Kolonial
Masjid kabupaten dibangun
Masjid Jami' Sidoarjo didirikan pada masa jabatan bupati pertama. Setelah perbaikan yang rampung pada 19 Juli 1895, masjid ini memakai namanya yang sekarang, Masjid Agung Sidoarjo.
Lihat: Masjid Agung Sidoarjo - 24 Des 1946Revolusi
Sidoarjo jatuh ke tangan pasukan Belanda yang kembali datang
Setelah Belanda merebut Gedangan, pemerintah kabupaten mundur ke Porong. Sidoarjo jatuh pada 24 Desember 1946 dan pusat pemerintahan pindah ke Jombang hingga penyerahan kedaulatan pada 1949.
- 14 Mei 2004Modern
Museum provinsi Jawa Timur pindah ke Buduran
Museum Mpu Tantular, yang bermula pada 1933 sebagai museum sejarah kota Surabaya, pindah ke lokasi permanennya di Jalan Raya Buduran, di samping flyover Buduran.
Lihat: Museum Mpu Tantular - 29 Mei 2006Modern
Semburan lumpur Porong dimulai
Lumpur panas menyembur di dekat sumur gas Banjar Panji-1 di Porong. Luapannya menenggelamkan desa-desa, memaksa ribuan keluarga mengungsi, dan sejak akhir 2008 ditahan di balik tanggul.
Lihat: Tanggul Lumpur Lapindo · Pulau Lusi - Des 2020Modern
Pemugaran Candi Dermo selesai
Setelah pengerjaan yang dimulai pada 2015, gapura bata abad ke-14 di Wonoayu ini dilepas dari perancah bambunya dan dibuka kembali oleh balai pelestarian cagar budaya Jawa Timur.
Lihat: Candi Dermo
Situs cagar budaya
Museum Mpu Tantular
Museum provinsi Jawa Timur: sekitar 15.600 koleksi, dari fosil dan arca Hindu-Buddha hingga koin dan naskah kuno, dengan tiket beberapa ribu rupiah.
Candi Majapahit2Candi Pari
Candi bata Majapahit di Porong berangka tahun 1371 menurut prasasti di gerbangnya, dengan atap yang mengingatkan pada candi Champa dan Khmer.
Masjid bersejarah3Masjid Agung Sidoarjo
Masjid agung kabupaten yang dibangun sekitar 1859–1862, beratap joglo bersusun khas Jawa, bermenara marmer 15 m, dan muat sekitar 4.000 jemaah.
Gapura Majapahit4Candi Dermo
Gapura bata beratap belah setinggi 13,5 m dari abad ke-14 di Wonoayu, 'saudara' Bajang Ratu di Trowulan, yang selesai dipugar total pada 2020.
Reruntuhan candi5Candi Sumur
Candi 'sumur' yang tinggal reruntuhan, beberapa langkah dari Candi Pari: bangunan suci bata abad ke-14 yang kini hanya menyisakan sebagian dua dindingnya.