Jakarta — Sejarah
Perjalanan Jakarta dalam lini masa singkat, serta bangunan dan monumen tempat jejaknya masih terlihat.
Lini masa
- 1522Kerajaan Sunda
Sunda meneken perjanjian dagang dengan Portugis di Kalapa
Kalapa (Sunda Kelapa), pelabuhan utama Kerajaan Pajajaran, memberi Portugis akses bebas ke perdagangan lada dengan imbalan bantuan melawan Kesultanan Demak yang sedang bangkit.
Lihat: Pelabuhan Sunda Kelapa - 22 Juni 1527Masa kesultanan
Fatahillah merebut Sunda Kelapa
Atas nama Demak, Fatahillah mengusir Portugis dari pelabuhan pada 22 Juni 1527 dan menamainya Jayakarta; 22 Juni hingga kini dirayakan sebagai hari jadi Jakarta.
Lihat: Pelabuhan Sunda Kelapa - 1619–1621Batavia VOC
VOC meratakan Jayakarta dan membangun Batavia
Pasukan Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda (VOC) menghancurkan Jayakarta dan merebut pelabuhannya pada 1619; kota bertembok yang baru itu resmi dinamai Batavia pada 18 Januari 1621.
Lihat: Kota Tua & Museum Fatahillah - 1707–1710Batavia VOC
Balai kota Batavia rampung
Stadhuis yang dibangun ulang mulai 1707 rampung pada 1710 sebagai pusat pemerintahan VOC; gedung ini menjadi Museum Sejarah Jakarta pada 1974.
Lihat: Kota Tua & Museum Fatahillah - 1740Batavia VOC
Pembantaian warga Tionghoa Batavia
Pada Oktober 1740, ribuan warga Tionghoa dibunuh dan kelenteng yang kini bernama Vihara Dharma Bhakti dibakar; para penyintas dipindahkan ke Glodok, di luar tembok kota, yang kemudian menjadi pecinan.
Lihat: Vihara Dharma Bhakti - 1820–1821Hindia Belanda
Batavia bergeser ke selatan, ke Weltevreden
Setelah VOC bubar, pusat pemerintahan pindah ke pedalaman di Weltevreden; Pasar Baru dibuka pada 1820 dan gedung teater Schouwburg, kini Gedung Kesenian Jakarta, pada 1821.
Lihat: Gedung Kesenian Jakarta - 1868Hindia Belanda
Museum milik Bataviaasch Genootschap dibuka
Bataviaasch Genootschap, yang didirikan pada 1778, membuka museumnya di Koningsplein; patung gajah perunggu dari Raja Chulalongkorn dari Siam kemudian memberinya nama Gedung Gajah.
Lihat: Museum Nasional Indonesia - Maret 1942Pendudukan Jepang
Batavia menjadi Jakarta
Pasukan Jepang menguasai Batavia pada 5 Maret 1942; setelah Belanda menyerah pada 9 Maret, kota ini berganti nama menjadi Jakarta dengan status kotapraja istimewa.
- 17 Agustus 1945Kemerdekaan
Kemerdekaan diproklamasikan di Pegangsaan Timur 56
Pada 17 Agustus 1945, Sukarno, didampingi Hatta, membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia dari teras depan rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur 56, kini Jalan Proklamasi.
Lihat: Tugu Proklamasi - 1961–1975Era Sukarno
Pembangunan Monumen Nasional dimulai
Sukarno memancangkan tiang pertama pada 17 Agustus 1961; Monas setinggi 132 meter dengan puncak lidah api berlapis emas dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975.
Lihat: Monumen Nasional (Monas) - 22 Februari 1978Orde Baru
Masjid Istiqlal dibuka
Dibangun mulai 1961 dengan rancangan Friedrich Silaban, masjid nasional ini dibuka pada 22 Februari 1978 di samping Medan Merdeka, berhadapan dengan Gereja Katedral Jakarta.
Lihat: Masjid Istiqlal · Gereja Katedral Jakarta - 24 Maret 2019Modern
Jalur MRT pertama Jakarta dibuka
Fase pertama MRT Jakarta, dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, dibuka pada 24 Maret 2019 dan kemudian menjadi penopang kebangkitan Blok M.
- 25 April 2024Modern
UU DKJ diundangkan
UU No. 2/2024 (diundangkan 25 April 2024) menjadikan Jakarta daerah khusus ekonomi dan perdagangan setelah keppres pemindahan ibu kota ke Nusantara terbit; hingga itu Jakarta tetap DKI, ibu kota negara.
Situs cagar budaya
Monumen Nasional (Monas)
Tugu kemerdekaan setinggi 132 meter bermahkota lidah api berlapis emas, menjulang dari hamparan luas Medan Merdeka.
Kota tua & museum2Kota Tua & Museum Fatahillah
Balai kota lama Batavia yang rampung pada 1710 dan kini menjadi Museum Sejarah Jakarta, di alun-alun bebas kendaraan di jantung Kota Tua.
Masjid3Masjid Istiqlal
Masjid nasional Indonesia dan yang terbesar di Asia Tenggara, diresmikan pada 1978 di samping Gereja Katedral Jakarta di tepi Medan Merdeka.
Museum4Museum Nasional Indonesia
Museum tertua di Indonesia, Gedung Gajah di Medan Merdeka, yang dibuka kembali pada Oktober 2024 setelah kebakaran tahun 2023.
Katedral5Gereja Katedral Jakarta
Katedral Katolik bergaya neogotik yang ditahbiskan pada 1901, takhta Uskup Agung Jakarta, berhadapan dengan Istiqlal di seberang jalan.
Vihara6Vihara Dharma Bhakti
Klenteng tertua di Jakarta, didirikan sekitar 1650 untuk Kwan Im, terbakar pada 1740 dan dibangun kembali pada 1755 di jantung Glodok.
Pelabuhan bersejarah7Pelabuhan Sunda Kelapa
Tempat lahirnya Jakarta: pelabuhan lama Kerajaan Sunda di muara Ciliwung, tempat kapal kayu pinisi masih memuat barang.
Pusat kesenian8Taman Ismail Marzuki
Pusat kesenian Jakarta sejak 1968 di bekas lahan kebun binatang lama, dengan gedung teater, galeri, planetarium, dan perpustakaan.
Monumen & taman9Tugu Proklamasi
Taman di bekas lokasi rumah Sukarno di Pegangsaan Timur 56, tempat kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.
Gedung teater bersejarah10Gedung Kesenian Jakarta
Schouwburg Batavia dari tahun 1821, gedung teater bergaya neorenaisans di seberang Pasar Baru yang masih menggelar pentas drama dan konser.