Kota Tua & Museum Fatahillah
Museum Sejarah Jakarta
Balai kota lama Batavia yang rampung pada 1710 dan kini menjadi Museum Sejarah Jakarta, di alun-alun bebas kendaraan di jantung Kota Tua.
- Alamat
- Jl. Taman Fatahillah No. 1, Pinangsia, Taman Sari
- Harga
- Di bawah Rp25 rb per orang
- Wilayah
- Taman Sari, Jakarta Barat
Tentang
Stadhuis VOC dibangun ulang antara 1707 dan 1710 dan menjadi Museum Sejarah Jakarta pada 1974; ruang bawah tanahnya dulu dipakai sebagai penjara, dan Pangeran Diponegoro pernah ditahan di sana pada 1830. Taman Fatahillah di depannya adalah alun-alun kota Batavia lama, dikelilingi Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, serta Café Batavia. Jalan-jalan di sekitarnya direvitalisasi pada 2022 dengan trotoar lebih lebar dan jalur sepeda, jadi lanjutkan berjalan kaki ke Kali Besar dan jembatan angkat Kota Intan.
- Stadhuis rampung 1710
- Menjadi museum sejak 1974
- Taman Fatahillah dan Meriam Si Jagur
- Dekat Kali Besar dan Jembatan Kota Intan
Dalam sejarah: 1619–1621 — VOC meratakan Jayakarta dan membangun Batavia; 1707–1710 — Balai kota Batavia rampung
Di sekitar
Café Batavia
Kafe megah di gedung era 1830-an di Taman Fatahillah, dengan salon berpanel kayu di lantai atas yang menghadap Kota Tua.
Gang kuliner pecinanGang Gloria & Petak Enam
Gang kuliner sempit di pecinan Glodok dengan lebih dari 30 lapak legendaris, plus pujasera Petak Enam yang direvitalisasi di sebelahnya.
Kedai kopi bersejarahKopi Es Tak Kie
Kedai kopi Glodok sejak 1927 yang menyajikan kopi hitam dan es kopi susu di Gang Gloria, cukup jalan kaki dari Stasiun Jakarta Kota.
Pasar pecinanPasar Petak Sembilan
Pasar pecinan Glodok berisi lampion, dupa, kertas sembahyang, dan kue Imlek, lengkap dengan lapak camilan dan bakmi.
Kategori: Cagar budaya. Jam buka dan harga bisa berubah — cek sebelum berangkat.