Malang — Sejarah
Perjalanan Malang dalam lini masa singkat, serta bangunan dan monumen tempat jejaknya masih terlihat.
Lini masa
- 760 M (682 Saka)Kanjuruhan
Prasasti Dinoyo mencatat Kerajaan Kanjuruhan
Ditemukan di Dinoyo, kini wilayah Lowokwaru, prasasti ini mengisahkan Raja Gajayana dari Kanjuruhan yang membangun tempat suci bagi Resi Agastya, catatan tertulis tertua tentang kerajaan di cekungan Malang.
- 1198 M (1120 Saka)Kerajaan awal
Nama 'Malang' muncul dalam tulisan
Prasasti lempeng tembaga Pamotoh (Ukirnegara) bertarikh 1120 Saka adalah catatan pertama yang diketahui memuat nama Malang. Prasasti ini ditemukan di dekat Wlingi, Blitar, pada 1970-an.
- 1222Singhasari
Ken Arok mendirikan Tumapel (Singhasari)
Setelah mengalahkan Kediri dalam Pertempuran Ganter, Ken Arok menjadi raja pertama Tumapel, yang kemudian dikenal sebagai Singhasari. Pusat kerajaannya berada di dataran tinggi Malang, tepat di utara kota sekarang.
- 1825Kolonial
Klenteng Eng An Kiong didirikan
Letnan Kwee Sam Hway mendirikan Klenteng Eng An Kiong di kawasan Kotalama. Bangunan utamanya berasal dari 1825, sedangkan bangunan lainnya ditambahkan antara 1895 dan 1934.
Lihat: Klenteng Eng An Kiong - 1882Kolonial
Alun-alun kota ditata
Pemerintah kolonial menata alun-alun Malang, yang kini bernama Alun-alun Merdeka. Masjid Agung Jami' dibangun di sisi baratnya antara 1890 dan 1903.
- 1 Apr 1914Kolonial
Malang menjadi kotapraja
Malang, yang semula dipimpin asisten residen di bawah Pasuruan, dijadikan gemeente (kotapraja). Tanggal ini masih menjadi hari jadi resmi kota; wali kota definitif pertamanya, H.I. Bussemaker, menjabat pada 1919.
- Sep 1929Kolonial
Balai kota baru dibuka di alun-alun bundar
Dirancang H.F. Horn dengan biaya 287.000 gulden, Balai Kota Malang selesai dibangun di J.P. Coenplein yang bundar, kini Alun-alun Tugu, sehingga pusat kehidupan kota bergeser dari alun-alun lama.
Lihat: Tugu Malang & Balai Kota - 28 Okt 1934Kolonial
Gereja Ijen diberkati
Setelah delapan bulan dibangun, gereja bergaya Art Deco di Jalan Ijen diberkati sebagai Gereja St. Theresia. Pada 1961 gereja ini menjadi katedral Keuskupan Malang yang baru, dengan nama Karmel yang dipakainya kini.
Lihat: Katedral Ijen - 25 Feb – 6 Mar 1947Revolusi
Parlemen republik bersidang di Malang
Sidang pleno kelima Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), parlemen sementara republik yang masih muda, digelar di Malang.
- 31 Jul 1947Revolusi
Malang Bumi Hangus
Saat Agresi Militer Belanda I, pihak Republik membakar gedung dan fasilitas untuk menghambat laju musuh, peristiwa yang dikenang sebagai 'Malang Bumi Hangus'. Pasukan Belanda bertank menguasai kota pada 31 Juli 1947.
- 20 Mei 1953Kemerdekaan
Sukarno meresmikan Tugu Malang
Monumen kemerdekaan di tengah alun-alun bundar, yang mulai dibangun pada 1945 lalu dihancurkan Belanda, dibangun kembali dan diresmikan Presiden Sukarno.
Lihat: Tugu Malang & Balai Kota - 5 Jan 1963Kemerdekaan
Universitas Brawijaya menjadi universitas negeri
Berawal dari perguruan tinggi milik kotapraja yang memulai kuliah pertamanya di Balai Kota pada 1957, UB menjadi universitas negeri dengan nama pilihan Sukarno, mengukuhkan peran Malang sebagai kota pelajar.
- 4 Mei 1968Kemerdekaan
Museum Brawijaya dibuka di Jalan Ijen
Komando Daerah Militer Jawa Timur membuka museum di Jalan Ijen untuk mengabadikan perjuangan prajurit dan rakyat melawan agresi militer Belanda pada 1947–1949.
Lihat: Museum Brawijaya - 4 Sep 2016Modern
Kampung Warna-Warni Jodipan dibuka
Kampung di tepi Sungai Brantas ini dicat ulang atas gagasan delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM dengan bantuan sebuah perusahaan cat, lalu diresmikan wali kota sebagai kampung wisata tematik pertama di Malang.
Lihat: Kampung Warna-Warni Jodipan
Situs cagar budaya
Kayutangan Heritage
Jalan pertokoan lama dan kampung di belakangnya, penuh rumah era kolonial, museum kecil, dan kafe: tempat favorit di Malang untuk berjalan-jalan.
Monumen & alun-alun2Tugu Malang & Balai Kota
Lambang Malang: monumen kemerdekaan di tengah kolam teratai pada alun-alun bundar, berhadapan dengan Balai Kota kolonial dari tahun 1929.
Gereja3Katedral Ijen
Katedral bergaya Art Deco dari tahun 1934 di Jalan Ijen, boulevard megah Malang yang dipenuhi vila kolonial.
Gereja4Gereja Kayutangan (Hati Kudus Yesus)
Gereja neo-Gotik tertua di Malang, berdiri di simpang Kayutangan sejak 1905 dan dulu menjadi katedral kota ini.
Masjid5Masjid Agung Jami' Malang
Masjid agung Malang di alun-alun lama, dibangun antara 1890 dan 1903 dengan atap tajug Jawa bersusun dua.
Museum militer6Museum Brawijaya
Museum Angkatan Darat di Jalan Ijen, dibuka pada 1968, dengan tank dan meriam dari masa perang kemerdekaan di halaman depannya.
Klenteng7Klenteng Eng An Kiong
Salah satu klenteng tertua di Malang, didirikan pada 1825 dan masih ramai sebagai tempat ibadah Tridharma di kawasan Kotalama.