Semarang — Kuliner

Hidangan khas Semarang serta depot, warung, dan jalan kuliner terbaik untuk mencicipinya.

Hidangan khas

  • Lumpia SemarangRp18 rb–22 rb
    Lunpia

    Lumpia khas Semarang: rebung, telur, dan udang atau ayam dalam kulit tipis, disantap goreng atau basah dengan saus kental yang manis.

  • Bandeng PrestoRp35 rb
    Bandeng duri lunak

    Bandeng yang dimasak dengan panci presto hingga duri halusnya pun lunak; oleh-oleh makanan paling terkenal dari Semarang, dijual segar atau dikemas vakum.

  • Tahu GimbalRp20 rb–25 rb

    Tahu goreng dan bakwan udang renyah (gimbal) dengan lontong, tauge, dan kol, disiram bumbu kacang yang dipertajam petis.

  • Soto SemarangRp9 rb–17 rb

    Semangkuk kecil kuah kaldu ayam bening yang agak kecokelatan dengan bihun dan tauge, disantap bersama sate dan gorengan sebagai pendamping.

    Coba di: Soto Bangkong
  • Nasi Ayam SemarangRp12 rb

    Nasi gurih dengan suwiran ayam, sayur labu siam pedas, krecek, dan telur pindang, disajikan di atas pincuk daun pisang.

  • Tahu PongRp40 rb

    Tahu kopong yang digoreng hingga mengembang dan renyah, dicocol saus petis hitam yang manis, dan disantap dengan acar lobak.

  • Mie KopyokRp10 rb–20 rb

    Mi kuning dengan lontong, tauge, tahu pong, dan kerupuk gendar dalam kuah ringan yang gurih; diaduk ('kopyok') sebelum disantap.

  • Es PuterRp20 rb–40 rb

    Es krim tempo dulu khas Semarang rasa durian, kelapa, alpukat, dan cokelat, dengan topping kelapa muda, pacar cina, atau roti.

  • Gule Kambing BustamanRp15 rb

    Gulai kambing kaya rempah tanpa santan dari Kampung Bustaman di Semarang lama; ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda nasional pada 2026.

    Coba di: Pasar Semawis

Tempat makan

Peta kuliner di Semarang123456789101112
© OpenStreetMap
12 tempat
Lumpia1

Lunpia Gang Lombok

Salah satu kedai lumpia tertua di kota, di gang sempit Pecinan, menggulung lunpia rebung dan udang untuk disantap goreng atau basah.

Pusat Kota●○○○
Restoran & es krim zaman Belanda2

Toko Oen

Kedai es krim tertua di Semarang, hadir sejak 1936, dengan es krim resep lama, poffertjes, dan masakan Hindia Belanda di ruangan kolonial.

Pusat Kota●●○○10.00–22.00
Pasar malam3

Pasar Semawis

Pasar malam akhir pekan Pecinan di Gang Warung, hidup lagi sejak Oktober 2025 dengan satu hidangan khas Semarang yang diunggulkan tiap pekan.

Pusat Kota●○○○Jum–Min 18.00–22.00
Lumpia4

Lunpia Mbak Lien

Usaha lumpia keluarga sejak 1930-an di dekat Toko Oen, kini menambah isian kepiting, mozzarella, dan daging asap pada lumpia klasiknya.

Pusat Kota●○○○
Toko oleh-oleh5

Bandeng Juwana Elrina

Toko bandeng presto paling terkenal di deretan oleh-oleh Jalan Pandanaran, menjual bandeng duri lunak segar atau dalam kemasan vakum.

Pusat Kota●●○○
Soto6

Soto Bangkong

Soto ayam berkuah bening yang disajikan sejak 1950 di simpang Bangkong, dengan sate ayam, sate tempe, dan perkedel sebagai pelengkap.

Pusat Kota●○○○
Tahu gimbal7

Tahu Gimbal Pak Man

Warung tahu gimbal sejak 1950-an di Jalan Plampitan, terkenal dengan gimbal udang yang renyah dan bumbu kacang berpetis dengan bawang putih mentah.

Pusat Kota●●○○
Es puter8

Es Puter Cong Lik

Lapak es puter malam hari di dekat Simpang Lima dengan rasa durian, kelapa, alpukat, dan cokelat; durian paling laris.

Pusat Kota●●○○18.00–23.00
Mie kopyok9

Mie Kopyok Pak Dhuwur

Warung mie kopyok yang dirintis pada 1970 oleh pedagang keliling bertubuh jangkung berjuluk Pak Dhuwur, kini dikelola putranya di Jalan Tanjung.

Pusat Kota●○○○08.00–20.00
Tahu pong10

Tahu Pong Karangsaru

Rumah makan tahu pong sejak 1949 yang menggoreng tahu kopong nan renyah, disajikan dengan telur, gimbal udang, dan cocolan petis yang pekat.

Pusat Kota●●○○
Nasi ayam11

Nasi Ayam Bu Wido

Nasi ayam beralas pincuk daun pisang yang dijual sejak 1960-an, dan harganya masih sekitar Rp12.000 sepiring.

Pusat Kota●○○○Hingga sekitar 22.30
Sate kambing12

Sate & Gule Kambing 29

Sate dan gulai kambing yang dibakar sejak 1945 di seberang Gereja Blenduk, Kota Lama, dengan sate buntel dan sumsum sebagai pilihan lain.

Pusat Kota●●●○