Mie Kopyok Pak Dhuwur
Warung mie kopyok yang dirintis pada 1970 oleh pedagang keliling bertubuh jangkung berjuluk Pak Dhuwur, kini dikelola putranya di Jalan Tanjung.
- Alamat
- Jl. Tanjung No. 18A, Pandansari, Semarang Tengah
- Jam buka
- 08.00–20.00
- Harga
- Rp10.000–20.000 (2025)
- Wilayah
- Semarang Tengah, Pusat Kota
Tentang
Harso Dinomo mulai menjual mie kopyok dengan pikulan pada 1970; para pelanggan memanggilnya Pak Dhuwur, 'si jangkung', dan nama itu terus melekat. Kini putranya mengelola warung permanennya, menyajikan mi, lontong, tauge, tahu pong, dan kerupuk gendar dalam kuah ringan, dengan porsi setengah, biasa, atau jumbo seharga Rp10.000–20.000. Cabangnya ada di Srondol dan di Istana Buah.
- Sejak 1970
- Generasi kedua
- Porsi setengah, biasa, atau jumbo
- Sekitar 200 mangkuk sehari
Terkenal dengan: Mie Kopyok (Rp10 rb–20 rb)
Di sekitar
Lunpia Mbak Lien
Usaha lumpia keluarga sejak 1930-an di dekat Toko Oen, kini menambah isian kepiting, mozzarella, dan daging asap pada lumpia klasiknya.
Stasiun keretaStasiun Semarang Poncol
Stasiun besar kedua di Semarang, di Jalan Imam Bonjol sebelah barat Tawang, tempat sebagian besar kereta ekonomi dan lokal jalur utara Jawa berhenti.
Restoran & es krim zaman BelandaToko Oen
Kedai es krim tertua di Semarang, hadir sejak 1936, dengan es krim resep lama, poffertjes, dan masakan Hindia Belanda di ruangan kolonial.
Tahu gimbalTahu Gimbal Pak Man
Warung tahu gimbal sejak 1950-an di Jalan Plampitan, terkenal dengan gimbal udang yang renyah dan bumbu kacang berpetis dengan bawang putih mentah.
Kategori: Kuliner. Jam buka dan harga bisa berubah — cek sebelum berangkat.