Kampung Batik Semarang
Kampung batik yang hidup kembali dan kerap dipadukan dengan kunjungan ke Kota Lama; di sini bisa mencoba membatik dan membeli motif khas Semarang.
- Alamat
- Kampung Batik, Rejomulyo, Semarang Timur
- Harga
- Paket membatik mulai Rp50.000 (2026)
- Wilayah
- Semarang Timur, Pusat Kota
Tentang
Kampung Batik dibakar tentara Jepang pada 17 Oktober 1945 dan lama sepi hingga warga menghidupkan kembali kegiatan membatik pada 2006. Di dalamnya, Kampoeng Djadhoel (didirikan pada 2017) menawarkan paket membatik mulai Rp50.000 lengkap dengan alatnya, dua toko batik, mural sejarah sepanjang 24 m, dan lapak jajanan tradisional seperti roti ganjel rel dan wingko babat. Carilah Batik Asem dengan motif asem sedompolnya.
- Membatik sendiri
- Motif asem sedompol
- Dibakar 1945, bangkit 2006
- Jajanan tradisional
Di sekitar
Spiegel Bar & Bistro
Bar dan bistro di gedung kolonial Spiegel yang telah dipugar, beberapa langkah dari Gereja Blenduk; jangkar skena kafe Kota Lama.
Kedai kopi bersejarahTekodeko Koffiehuis
Kedai kopi Kota Lama yang buka sejak 2015 di gedung zaman Belanda, dikenal dengan kopi susu gula jawa dan area duduk di rooftop.
Kafe kue & pastriBloomery Patisserie
Kafe dessert di Taman Srigunting, jantung Kota Lama, yang paling dikenal dengan mille crêpes-nya.
Sate kambingSate & Gule Kambing 29
Sate dan gulai kambing yang dibakar sejak 1945 di seberang Gereja Blenduk, Kota Lama, dengan sate buntel dan sumsum sebagai pilihan lain.
Kategori: Belanja. Jam buka dan harga bisa berubah — cek sebelum berangkat.