Kota Lama Semarang
Little Netherland
Semarang era Belanda di sekitar Gereja Blenduk yang berkubah (1753) dan Taman Srigunting: sekitar 32 ha jalanan kolonial, gratis dijelajahi.
- Alamat
- Jl. Letjen Suprapto, Tanjung Mas, Semarang Utara
- Jam buka
- Buka 24 jam
- Harga
- Gratis (2026)
- Wilayah
- Semarang Utara, Pesisir Utara
Tentang
Kota Lama tumbuh di sekitar benteng VOC setelah Mataram menyerahkan Semarang kepada Belanda pada 1678, dan ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional pada 2020. Bangunan ikoniknya antara lain Gereja Blenduk, gereja berkubah yang pertama kali dibangun pada 1753, Gedung Marba, gedung Spiegel, dan Taman Srigunting, bekas lapangan parade di tengahnya. Berjalan-jalan di sini gratis kapan saja, dan Spiegel atau Tekodeko bisa jadi tempat ngopi yang praktis.
- Gereja Blenduk (1753)
- Taman Srigunting
- Puluhan bangunan kolonial
- Gratis, buka 24 jam
Dalam sejarah: 15 Jan 1678 — Mataram menggadaikan Semarang kepada VOC; 1753 — Gereja Blenduk didirikan; 30 Des 2019 — Kota Lama direvitalisasi
Di sekitar
Sate & Gule Kambing 29
Sate dan gulai kambing yang dibakar sejak 1945 di seberang Gereja Blenduk, Kota Lama, dengan sate buntel dan sumsum sebagai pilihan lain.
Bistro bersejarahSpiegel Bar & Bistro
Bar dan bistro di gedung kolonial Spiegel yang telah dipugar, beberapa langkah dari Gereja Blenduk; jangkar skena kafe Kota Lama.
Kafe kue & pastriBloomery Patisserie
Kafe dessert di Taman Srigunting, jantung Kota Lama, yang paling dikenal dengan mille crêpes-nya.
Kedai kopi bersejarahTekodeko Koffiehuis
Kedai kopi Kota Lama yang buka sejak 2015 di gedung zaman Belanda, dikenal dengan kopi susu gula jawa dan area duduk di rooftop.
Kategori: Cagar budaya. Jam buka dan harga bisa berubah — cek sebelum berangkat.