Lawang Sewu
Kantor pusat 'seribu pintu' yang dibangun mulai 1904 untuk perusahaan kereta api pertama di Hindia Belanda, kini museum KAI di depan Tugu Muda.
- Alamat
- Jl. Pemuda No. 160, Sekayu, Semarang Tengah
- Harga
- Dewasa Rp20.000, anak-anak Rp10.000 (2026)
- Wilayah
- Semarang Tengah, Pusat Kota
Tentang
Lawang Sewu dibangun mulai 1904 sebagai kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij; julukan Jawanya berarti 'seribu pintu', merujuk pada banyaknya pintu dan lengkungan di gedung ini. Kini KAI mengelolanya sebagai museum dan galeri perkeretaapian, lengkap dengan pameran, film sejarah, dan ruang bawah tanah. Tiket masuk Rp20.000 untuk dewasa, dan sebagian atraksi di dalamnya dikenai biaya tambahan.
- Dibangun 1904–1919
- Kaca patri dan tangga megah
- Ruang bawah tanah
- Menghadap Tugu Muda
Dalam sejarah: 1904–1919 — Lawang Sewu dibangun untuk perusahaan kereta api; 15–19 Okt 1945 — Pertempuran Lima Hari
Di sekitar
Tugu Muda & Museum Mandala Bhakti
Tugu berbentuk lilin untuk mengenang Pertempuran Lima Hari Oktober 1945, dikelilingi Lawang Sewu, Museum Mandala Bhakti, dan katedral.
Toko oleh-olehBandeng Juwana Elrina
Toko bandeng presto paling terkenal di deretan oleh-oleh Jalan Pandanaran, menjual bandeng duri lunak segar atau dalam kemasan vakum.
Kawasan oleh-olehSentra Oleh-oleh Jalan Pandanaran
Jalan pusat oleh-oleh Semarang, dipenuhi toko bandeng presto, lumpia, wingko babat, tahu bakso, dan moaci yang buka dari pagi hingga malam.
Mie kopyokMie Kopyok Pak Dhuwur
Warung mie kopyok yang dirintis pada 1970 oleh pedagang keliling bertubuh jangkung berjuluk Pak Dhuwur, kini dikelola putranya di Jalan Tanjung.
Kategori: Cagar budaya. Jam buka dan harga bisa berubah — cek sebelum berangkat.