Tugu Muda & Museum Mandala Bhakti
Tugu berbentuk lilin untuk mengenang Pertempuran Lima Hari Oktober 1945, dikelilingi Lawang Sewu, Museum Mandala Bhakti, dan katedral.
- Alamat
- Bundaran Tugu Muda (Jl. Pemuda, Jl. Pandanaran, Jl. Imam Bonjol, Jl. Mgr. Sugiyopranoto), Barusari, Semarang Selatan
- Wilayah
- Semarang Selatan, Pusat Kota
Tentang
Tugu Muda memperingati pertempuran lima hari antara para pemuda Semarang dan tentara Jepang pada Oktober 1945; Sukarno meresmikannya pada 20 Mei 1953, dengan relief karya Hendra Gunawan dan Edhi Sunarso. Museum Mandala Bhakti, yang menempati gedung pengadilan kolonial dari sekitar 1906 di tepi bundaran, memajang senjata dan foto-foto Kodam IV/Diponegoro. Setiap 14 Oktober, kota ini menggelar reka ulang pertempuran tersebut di sini pada malam hari.
- Diresmikan 1953
- Relief pertempuran
- Museum Mandala Bhakti
- Reka ulang setiap 14 Oktober
Dalam sejarah: 15–19 Okt 1945 — Pertempuran Lima Hari
Di sekitar
Lawang Sewu
Kantor pusat 'seribu pintu' yang dibangun mulai 1904 untuk perusahaan kereta api pertama di Hindia Belanda, kini museum KAI di depan Tugu Muda.
Toko oleh-olehBandeng Juwana Elrina
Toko bandeng presto paling terkenal di deretan oleh-oleh Jalan Pandanaran, menjual bandeng duri lunak segar atau dalam kemasan vakum.
Kawasan oleh-olehSentra Oleh-oleh Jalan Pandanaran
Jalan pusat oleh-oleh Semarang, dipenuhi toko bandeng presto, lumpia, wingko babat, tahu bakso, dan moaci yang buka dari pagi hingga malam.
Mie kopyokMie Kopyok Pak Dhuwur
Warung mie kopyok yang dirintis pada 1970 oleh pedagang keliling bertubuh jangkung berjuluk Pak Dhuwur, kini dikelola putranya di Jalan Tanjung.
Kategori: Cagar budaya. Jam buka dan harga bisa berubah — cek sebelum berangkat.